Konversi kg ke m3 — Hitung volume dari massa dengan kepadatan

Konversi kilogram menjadi meter kubik berdasarkan kepadatan material atau zat cair.

Masukkan angka positif
Volume
1,000
Konversi otomatis
Perhitungan langkah demi langkah
Volume (m³) = Massa (kg) ÷ Kepadatan (kg/m³) = 1.000 ÷ 1.000 = 1 m³

Hubungan massa-volume-kepadatan?

Kepadatan menghubungkan massa (kg) dengan volume (m³): kepadatan = massa ÷ volume. Dengan menurunkan rumus, m³ = kg ÷ kepadatan. Jika Anda mengetahui berapa kilogram material yang Anda miliki dan kepadatannya dalam kg/m³, Anda akan langsung memperoleh berapa meter kubik yang ditempati. Air adalah acuan universal: 1.000 kg menempati tepat 1 m³, karena kepadatannya 1.000 kg/m³. Pada material yang lebih padat (beton, baja, merkuri) massa yang sama muat dalam volume yang jauh lebih kecil; pada material yang kurang padat (kayu, bensin, salju) massa yang sama menempati ruang lebih besar.

Contoh praktis

1.000 kg air = 1 m³ (1.000 L); acuan klasik.
1.000 kg beton bertulang (2.500 kg/m³) = 0,40 m³; lebih padat, volume lebih kecil.
1.000 kg baja (7.850 kg/m³) = 0,127 m³; kompak, hampir tidak menempati ruang.
1.000 kg kayu pinus (500 kg/m³) = 2 m³; kepadatan rendah, volume besar.

Tabel kepadatan khas

MaterialKepadatan (kg/m³)Volume 1.000 kg
Air1.0001,000 m³
Bensin7401,351 m³
Minyak nabati9201,087 m³
Kayu pinus5002,000 m³
Kayu jati7501,333 m³
Tanah subur1.4000,714 m³
Kerikil1.5000,667 m³
Pasir kering1.6000,625 m³
Pasir basah2.0000,500 m³
Bata pejal1.8000,556 m³
Mortar2.1000,476 m³
Beton polos2.4000,417 m³
Beton bertulang2.5000,400 m³
Aluminium2.7000,370 m³
Baja7.8500,127 m³
Tembaga8.9600,112 m³
Merkuri13.5340,074 m³

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa m³ 1.000 kg beton?

Tergantung jenisnya: 1.000 kg beton bertulang (2.500 kg/m³) menempati 0,400 m³; beton polos (2.400 kg/m³), 0,417 m³; dan beton ringan aerasi (800 kg/m³), 1,25 m³. Rumusnya m³ = kg ÷ kepadatan. Untuk konstruksi digunakan kepadatan standar sesuai SNI 1727 atau standar ACI 318.

Berapa m³ yang ditempati oleh 1.000 kg pasir?

1.000 kg pasir kering (≈1.600 kg/m³) menempati 0,625 m³; jika basah atau dipadatkan (2.000 kg/m³), hanya 0,500 m³. Kelembaban dan pemadatan mempengaruhi cukup banyak: pasir jenuh dapat mencapai 2.100 kg/m³. Untuk pesanan konstruksi biasanya digunakan kepadatan tampak 1.500-1.600 kg/m³ untuk pasir lepas.

Mengapa 1.000 kg baja menempati ruang yang begitu kecil?

Karena baja memiliki kepadatan 7.850 kg/m³, hampir 8 kali lipat kepadatan air. Massa 1.000 kg baja muat dalam 0,127 m³, yaitu kubus dengan sisi sekitar 50 cm. Karena itu struktur logam sangat ringkas dibandingkan dengan beton atau kayu, meskipun memikul beban yang setara.

Dan 1.000 kg kayu?

Kayu ringan: pinus (500 kg/m³) menempati 2 m³ per ton; jati (750 kg/m³), 1,333 m³; akasia (720 kg/m³), 1,389 m³. Kepadatan bervariasi dengan kadar air: kayu segar yang baru ditebang dapat melebihi 700 kg/m³ pada pinus. Lembar data teknis menunjukkan kepadatan pada kadar air 12% (standar struktural).

Bagaimana menghitung volume zat cair?

Dengan rumus yang sama: m³ = kg ÷ kepadatan. 1.000 kg bensin (740 kg/m³) menempati 1,351 m³ (≈1.351 L); minyak nabati (920 kg/m³), 1,087 m³; merkuri (13.534 kg/m³), hanya 0,074 m³. Untuk zat cair pada suhu berbeda, sesuaikan kepadatannya: air pada 20 °C adalah 998 kg/m³, pada 4 °C tepat 1.000 kg/m³.

Konverter kg ↔ m³ dengan tabel kepadatan material konstruksi dan zat cair. Rumus m³ = kg ÷ kepadatan menghubungkan massa dengan volume melalui kepadatan material. Dua mode: kg → m³ dan m³ → kg dengan tab. Pilih material dari daftar (air 1.000, beton bertulang 2.500, baja 7.850, kayu pinus 500, bensin 740, merkuri 13.534 kg/m³) atau masukkan kepadatan khusus. Contoh: 1.000 kg air = 1 m³; 1.000 kg beton bertulang = 0,40 m³; 1.000 kg baja = 0,127 m³; 1.000 kg kayu pinus = 2 m³. Berguna untuk pemesanan material konstruksi, perhitungan struktur, dan logistik. Termasuk konversi otomatis ke liter, ton, pon, dan galon AS dengan pemisah ribuan Indonesia.